TERKINI
KTT Global Capai Kesepakatan Bersejarah Target Reboisasi Ekosistem Tropis RI Sandarkan Integritas Perdagangan Karbon pada Sistem Registri Nasional Komitmen Restorasi 30% Lahan Gambut dan Hutan Mangrove Pesisir

Anak Muda Sumsel Belajar Cegah Karhutla Sebelum Api Membesar

PALEMBANG - Sejumlah anak muda di Sumatera Selatan belajar langsung mengenai ekosistem gambut, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta cara mengubah kepedulian lingkungan menjadi kegiatan nyata melalui Forest Youthverse Resilience Summi...
Anak Muda Sumsel Belajar Cegah Karhutla Sebelum Api Membesar
Foto liputan: Anak Muda Sumsel Belajar Cegah Karhutla Sebelum Api Membesar Sumber: Dok. Redaksi Garis Bumi

PALEMBANG - Sejumlah anak muda di Sumatera Selatan belajar langsung mengenai ekosistem gambut, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta cara mengubah kepedulian lingkungan menjadi kegiatan nyata melalui Forest Youthverse Resilience Summit Sumatera Selatan 2026.

Kegiatan berlangsung di Palembang dan menjadi bagian dari program bertema “Peatland & Fire Resilience: Membangun Ketangguhan Ekosistem Gambut dan Generasi Muda untuk Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan”. Sesi Youth Talk digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Peserta sebelumnya juga melihat langsung Training Center Daops Manggala Agni untuk mengenal peralatan serta cara pencegahan dan penanganan kebakaran dilakukan di lapangan.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan Luckmi Purwandari mengatakan program tersebut dirancang agar anak muda tidak berhenti pada pengetahuan mengenai masalah lingkungan, tetapi mampu mengembangkan gagasan dan tindakan.

Empat anak muda menjadi pembicara dalam Youth Talk, yakni Aurellia Chaila Amanta, Sella Islamiah, Indah Suci M., dan M. Zaid Pramandhana.

Pengalaman yang dibagikan cukup beragam.

Aurellia mengembangkan budidaya cabai sebagai bentuk kewirausahaan. Sella belajar dari pengembangan hutan bambu menjadi ekowisata. Indah menceritakan pengalaman melakukan analisis vegetasi dan mengenal biodiversitas di kawasan Gunung Dempo.

Zaid, anggota Saka Wanabakti, mengikuti pelatihan bersama Manggala Agni dan belajar menggunakan peralatan serta memahami teknik dasar menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Rangkaian tersebut menunjukkan pencegahan karhutla tidak hanya menjadi pekerjaan petugas pemadam.

Kebiasaan masyarakat memperlakukan lahan, pengetahuan mengenai risiko penggunaan api, kesiapsiagaan dan keterlibatan komunitas juga menentukan seberapa cepat suatu kebakaran dapat dicegah atau ditangani.

Bagi generasi muda, gaya hidup yang peduli lingkungan dapat dimulai dari hal yang dekat, seperti memahami sumber persoalan, mengikuti kegiatan lapangan, mengembangkan usaha yang memperhatikan kelestarian alam hingga menyebarkan informasi yang benar.

Kegiatan di Sumatera Selatan juga menunjukkan bahwa pendidikan karhutla tidak harus menunggu api muncul.

Pencegahan justru dimulai sebelum asap terlihat.

SUMBER REDAKSI: Kementerian Kehutanan, 29 Agustus 2026.

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
KR
Krisna WA Jurnalis Terverifikasi

Berfokus pada liputan mendalam krisis iklim, keanekaragaman hayati nusantara, dan kebijakan transisi energi bersih berkeadilan sosial bagi masyarakat tapak.

ARTIKEL SEBELUMNYA GPS Collar Pantau Pergerakan Gajah Sumatra di Mukomuko ARTIKEL BERIKUTNYA Anak Muda Aceh Diajak Saring Informasi Lingkungan Sebelum Membagikannya
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik GAYA HIDUP
📅 51 minutes ago
📅 49 minutes ago
📅 50 minutes ago
Tautan artikel berhasil disalin ke clipboard!