TERKINI

Anak Muda Aceh Diajak Saring Informasi Lingkungan Sebelum Membagikannya

ACEH - Generasi muda Aceh diajak lebih kritis memeriksa informasi mengenai lingkungan, kehutanan, bencana dan satwa liar sebelum menyebarkannya melalui media sosial. Pesan itu menjadi salah satu pembahasan dalam Youth Talk Forest Youthverse...
Anak Muda Aceh Diajak Saring Informasi Lingkungan Sebelum Membagikannya
Foto liputan: Anak Muda Aceh Diajak Saring Informasi Lingkungan Sebelum Membagikannya Sumber: Dok. Redaksi Garis Bumi

ACEH - Generasi muda Aceh diajak lebih kritis memeriksa informasi mengenai lingkungan, kehutanan, bencana dan satwa liar sebelum menyebarkannya melalui media sosial.

Pesan itu menjadi salah satu pembahasan dalam Youth Talk Forest Youthverse Resilience Summit Aceh 2026 yang digelar Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Kegiatan mempertemukan generasi muda untuk berbagi pengalaman mengenai bencana hidrometeorologi, konservasi dan aksi kepemudaan.

Tiga anak muda menjadi pembicara, yaitu Evriani Rotua Gea, mahasiswa magister Universitas Syiah Kuala sekaligus asisten dokter hewan; Jamalul, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala; serta Jihan Asyifa yang aktif dalam kegiatan lingkungan.

Evriani menyoroti derasnya arus informasi lingkungan melalui media sosial. Menurut dia, anak muda tidak seharusnya langsung mempercayai informasi yang muncul di layar.

Sumber informasi perlu dicari, kemudian dibandingkan dengan pemberitaan atau rujukan lain sebelum seseorang menarik kesimpulan dan menyebarkannya.

Literasi tersebut menjadi penting karena foto atau video mengenai banjir, kebakaran hutan maupun konflik satwa dapat menyebar sangat cepat, tetapi belum tentu disertai informasi mengenai lokasi, waktu dan konteks yang benar.

Informasi keliru juga berpotensi membentuk persepsi yang salah mengenai satwa liar maupun upaya konservasi.

Jamalul menekankan bahwa persoalan lingkungan dan bencana membutuhkan kesadaran bersama. Sementara Jihan mendorong anak muda memulai aksi dari kemampuan dan lingkungan masing-masing.

Kebiasaan hidup berkelanjutan karena itu tidak selalu berbentuk penggunaan produk ramah lingkungan atau pengurangan sampah.

Di ruang digital, salah satu bentuknya adalah tidak terburu-buru menekan tombol bagikan.

Memeriksa sumber, memahami konteks dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi juga menjadi bagian dari tanggung jawab terhadap lingkungan.

SUMBER REDAKSI: Kementerian Kehutanan, 28 Agustus 2026.

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
KR
Krisna WA Jurnalis Terverifikasi

Berfokus pada liputan mendalam krisis iklim, keanekaragaman hayati nusantara, dan kebijakan transisi energi bersih berkeadilan sosial bagi masyarakat tapak.

ARTIKEL SEBELUMNYA Anak Muda Sumsel Belajar Cegah Karhutla Sebelum Api Membesar ARTIKEL BERIKUTNYA 45 Anak Muda Susuri Hutan Dramaga untuk Lengkapi Data Biodiversitas
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik GAYA HIDUP
📅 1 hour ago
📅 1 hour ago
📅 1 hour ago